Cara kerja Lift atau Elevator

Adalah alat transportasi vertikal pada gedung bertingkat.

Jenis lft atau elevator:

  1. Hidrolik Lift adalah kereta diangkat dan diturunkan dengan menggunakan system hidrolik dan piston
  2. Traction Lift adalah lift digerakkan dengan menggunakan tali angkat yang terbuat dari baja sling (rope) menggunakan motor listrik

Menurut jenis pemakaian, lift terdiri dari:

  1. Lift penumpang (passenger elevator)
  2. Lift barang (Freight elevator)
  3. Lift pelayanan (Service elevator)

Lift yang dipakai pada gedung tinggi pada umumnya merupakan system traction lift.

Komponen utama pada lift atau elevator:

  1. Ruang machine
  2. Ruang peluncur (Hoistway)
  3. Kereta (car atau cabin)
  4. Safety komponen
  5. Komponen Kontrol

Lift

Ruang Machine:

Pada ruang machine terpasang machine AC/DC yang berfungsi untuk memutar pulley mesin (sheave) dimana tempat tali baja slling berjalan. Motor listrik memiliki kapasaitas putar 50 –  300 RPM. Pada motor penggerak juga dilengkapi rem magnet (magnetic brake) yang berfungsi menahan laju motor ketika car atau kereta sudah sampai pada posisi yang dituju.

Governor adalah system kontrol safety lift yang dihubungkan ke saklar yang berfungsi untuk menonaktifkan rangkaian otomasi elevator dan pengait rem yang berfungsi menghentikan atau menahan gerakan tali sling juga menarik rem (brake) pada kereta elevator.

 

Beam Support: Adalah besi baja tempat bagian machine berdiri sehingga kokoh dan kuat untuk menahan beban lift.  Bagian atas ruang machine juga dilandasi dengan beton bertulang yang memiliki kekuatan menahan beban hingga puluhan ton.

Panel Kontrol terdiri dari PLC, pengaman motor MCB, Inverter yang berfungsi untuk menjalankan program dan perintah pergerakan lift.

Proses manaikan mechine lift ke ruang machine biasanya menggunakan tower crane pada saat pengerjaan proyek kontruksi gedung.

 

Hoistway (Ruang Peluncur)

Ruang peluncur adalah ruang yang dilewati lift untuk bergerak naik dan turun menuju floor,

Pada bagian ruang ini terdapat peyangga tiang beton bertulang yang terpasang menyambung dari bawah hingga ke atas lantai bangunan dan pada dinding kiri, kanan, belakang kecuali pintu dilindungi dengan plate beton.

Pada ruang luncur dipasang sliding rail yang dipasang secara rapi terbuat dari baja, dimana tempat jalur car atau cabin melintas.

Pada sliding rail juga terdapat peredam (silencer rubber) agar mengurangi kejutan saat elevator start dan stop. Dan juga dipasang safety gear untuk mencengkram kereta ketika terjadi overspeed.

Counterweight (Bobot imbang)

Counterweight berupa beban yang dipasang untuk menyeimbangkan berat car atau cabin dan disambungkan ke berat kereta melalui tali baja (rope). Counterweight terpasang disisi belakang atau sisi samping kereta. Ketika motor bergerak dan memutar sheave sehingga tali sling ikut bergerak maka terjadi pergerakkan lift dan counterweight saat bersamaan namun pada posisi yang berlawanan arah.

Car atau Cabin

Bagian Komponen pada kereta lift:

  1. Pintu otomatis yang digerakkan oleh motor servo yang terpasang pada bagian atap cabin.
  2. Sensor – sensor proximity yang mendeteksi pintu terbuka dan tertutup dan memerintahkan servo untuk menutup dan membuka pintu.
  3. Sensor pengaman – Beam sensor yang mendeteksi benda yang berada disekitar pintu
  4. Saklar pintu – Yaitu saklar yang dipasang secara serial pada tiap-tiap lantai, ketika salah satu lantai saklar nyala (pintu terbuka) maka elevator tidak akan bekerja, ini demi keamanan disaat perbaikan atau service.
  5. Panel kontrol (tombol kontrol) – dimana perangkat electronic yang terhubung ke panel utama PLC machine dan digunakan oleh penumpang disaat memilih lantai yang dituju.

Peralatan safety pada Lift atau Elevator:

  1. Circuit Breaker, Pada panel lift terdapat circuit breaker yang memutus aliran listrik ketika terjadi short atau arus lebih dan gangguan lainya dari sumber arus listrik.
  2. Governor adalah komponen utama safety lift yang berfungsi mengaktifkan system pengeraman pada lift. Cara kerja nya, ketika terjadi overspeed governor akan memerintahkan pemutus beban aliran listrik ke panel kontrol lift dan saat bersamaan bagian mekanik bandul governor akan menjepit sling governor dengan menjepit sling ini akan menarik safety wedge pada unit safety gear yang terletak dibawah kereta akan mencengkram rail untuk melakukan pengereman secara paksa.
  3. Limit switch (upper/lower), berfungsi untuk menjaga lift agar tidak melewati batas atas dan bawah pada ruang peluncur.
  4. Emergency manhole, terdapat pada atap kereta digunakan untuk evakuasi penumpang emergency atau lift macet.
  5. Emergency light, lampu yang nyala secara otomatis ketika terjadi pemadaman dari sumber listrik. Emergency light bertahan hanya hingga 15 menit.
  6. Safety gear atau safety wedge, Melakukan pengereman kereta dengan cara menjepit rail ketika mendeteksi overspeed pada governor.
  7. Interphone dipakai untuk komunikasi antara penumpang dengan operator lift ketika terjadi ganggunan atau emergency.
  8. Safety shoe, berupa photocell mendeteksi gangguan saat pintu kereta membuka dan menutup kembali.
  9. Weighing device (Pendeteksi beban) Adalah alat pendeteksi beban ketika overload akan mengaktifkan buzzer (alarm). Ketika alarm aktif maka pintu lift akan tetap terbuka sampai kereta kurang beban nya.
  10. Buffer dipasang pada bagian ruang peluncur paling dasar, ketika lift sampai ke bagian bawah mengurangi terjadinya gunjangan (shock)
  11. Tali Baja, Merupakan komponen utama dalam menangkat dan menggantung nya kereta dan counterweight. Kontruksi Tali baja dibuat secara khusus yang memiliki kekuatan patah hingga 190 Kgf/mm2 (high content carbon steel).
Komponen control Lift:
control lift