Category Archives: Motor Listrik

Pengukuran Motor Listrik

Untuk memastikan motor listrik dapat berfungsi dengan baik, maka harus dilakukan pengukuran karakter listrik secara berkala pada motor listrik.

Dan guna mengetahui kondisi parameter karakter listrik dari sebuah motor listrik. Pengukuran pada motor listrik terdiri dari:

  1. Pengukuran arus listrik
  2. Pengukuran tahanan lilitan phase
  3. Pengukuran tahanan isolasi (isolation resistance:IR)

Kita akan bahas satu per satu cara pengukuran motor listrik

  1. Pengukuran arus listrik

Arus tiap phase pada cable motor diukur dengan menggunakan tang ampere/clamp meter. Arus pada tiap phase diukur apakah sesuai dengan arus nominal yang tertera pada name plate motor dan juga untuk mengetahui apakah arus seimbang ditiap phase nya. Perbedaan arus tiap phase tidak boleh lebih dari +/- 5% dari arus rata2 phase.

Biasanya factor yang menyebabkan jika nilai arus yang terbaca luar batas toleranasi adalah:

  1. Tegangan listrik dari supply tidak seimbang, hal ini bias juga disebabkan dari kontaktor, MCB, cable atau dari sumber supply
  2. Isolasi belitan motor yang sudah aus karena umur motor atau pengaruh panas yang berlebihan pada motor
  3. Hambatan atau impedansi (Z) dari belitan motor tidak seimbang

Perhatikan saat pengukuran arus dengan memakai tang ampere skala pembacaan arus harus sesuai dengan nominal arus.

2. Pengukuran tahanan lilitan

Biasanya tahanan lilitan motor diukur sangat kecil hingga mili ohm (tergantung juga kepada ukuran motor). Tahanan lilitan motor juga harus sesuai dengan nameplate dan perbedaan tahanan tiap phase nya seharusnya berkisar antara 3-5% dari nilai rata2 ketiga phase.

Jika terdapat perbedaan tahanan lilitan, maka berikut beberapa factor penyebabnya:

  1. Terdapat hubungan pendek (short) dililitan core, hubungan pendek dalam phase atau antar phase
  2. Ukuran kawat tidak sama
  3. Sambunga kawat kendor atau sudah berkarat

3. Pengukuran tahanan isolasi /Isulation resistance (IR)

Test ini guna mengetahui nilai pentanahan isolasi atau ground insulation dari motor. Dilakukan dengan menggunakan tegangan DC antar leads dan ground.

Standar acceptable level dari pengukuran tahanan isolasi:

Motor          Test voltage (VDC)          acceptable reading
<1 KV                      500                         >5
1KV – 2,5 KV         1000                        > 100 megaohm
2.5KV-5KV           2500                        > 100 megaohm
>5 KV                    5000                        > 100 megaohm

Penyebab terjadinya kerusakan isolasi motor antara lain:

  1. Lilitan kotor terdapat banyak kontaminan, debu carbon, terdapat air atau lilitan lembab
  2. Koneksi pada coil kurang bagus
  3. Koneksi isolasi, cable terbakar atau rating motor salah (tidak sesuai dengan pemakaian)