Category Archives: Instrument & Control

System kendali, kontrol, intrument, sensor, PLC, P&ID

Sistem Kendali Operasi

Sistem kendali adalah sistem yang mengendalikan suatu proses baik secara manual atau automatic. Dasar sistem pengendali terdiri dari elemen input, processing element, element output.

Rangkaian pengendali adalah rangkaian atau modul yang mengolah sinyal input, dan mengatur jenis keluaran/output yang dinginkan

Elemen input merupakan suatu sinyal listrik selanjutnya diolah oleh processing  seperti PLC, CNC , elemen output terdiri dari sinyal listrik yang memerintahkan kerja misal kerja mekanik (actuator) atau electric (alarm,lamp, heater, buzzer)

Diagram dasar rangkaian pengendali:

sistemkendali2

 

Rangkaian kontrol terdiri dari elemen:

  • input: Manual switch, push button, sensor
  • Procesing: PLC, electronic module, electronic sirkuit
  • Actuator: Selenoid, relay, contactor, timer,
  • Elemen output: Motor electric,Pneumatic: Selenoid, Cylinder, Diaprhagma pump, Actuator Valve, Lamp, alarm/buzzer, Heater

Relay:

Relay merupakan komponen kontrol yang digunakan untuk menghubungkan atau memutuskan ke supply tegangan yang dikontrol oleh coil yang dienergize dari rangkaian input tegangan rendah.

Hubungan relay terdiri dari NC (Normally closed) dan NO (Normally open). Disesuaikan dengan penggunaan.

relay2

Rangkaian relay:

relay3

Relay memiliki 4 pole, biasanya diberi nama pole 85 (ground) ,86 (rangkaian kontrol tegangan rendah 10-24VDC atau switch kontrol), 87 (output tegangan tinggi kebeban), 30 (tegangan supply input untuk beban):

Selenoid Valve:

Digunakan untuk membuka atau menutup flow udara bertekanan yang dikontrol dengan coil tegangan rendah. Flow udara bertekanan dialirkan keoutput berupa: cylinder, valve atau diapraghma pump.

Hubungan solenoid pada system kontrol dapat terhubung NC (Normally Close) atau NO (Normally Open). Disesuaikan kepada aplikasi yang diinginkan.

selenoid1

Kontrol Input:

Mechanical Switch

Mekanikal switch dioperasikan dengan cara kontak fisik (switch) untuk mengoperasikannya dan dihubungkan kerangkain kontrol untuk mengatur output.

Type mekanikal switch:

  • Toggle switch
  • Push button
  • Selector switch
  • Emergency stop button

  pb1

Push Button

Push button alat untuk menghubungkan atau memutus satu kontak ke kontak lain pada saat ditekan. Kontak ada 2 type yaitu Normally Close (NC) danNormally Open (NO).

Tombol push button ada yang dilengkapi dengan lampu (iluminasi push button) dan yang tidak dilengkapi lampu (Non iluminasi push button)

Supply tegangan berupa 24VAC, 24VDC, 110VAC dan 220 VAC, type disesuaikan dengan supply tegangan yang dipakai.

pb2pb3

Contoh rangkaian on/off switch.

Buatlah sebuah rangkain kontrol yang menggunakan sebuah switch on/off untuk menghidupkan heater/pemanas pada tungku. Dengan menggunakan sebuah relay dan supply tegangan dari battery 25A atau supply dari arus line 220V/10A.

Rangkaian adalah sebagai berikut:

Switch on/off memiliki 3 cable, terdiri dari brown (ground), white ( supply DC), Green (kerangkaian kontrol relay).

Dari relay memiliki 4 pole, output tegangan (pole 87) dari input batter (pole 30) disambungkan untuk memberikan arus ke alat pemanas.

relay1

Selector Switch:

-Limit switch: Switch yang bekerja dengan sebuah plunger, plunger ketika ditekan akan membuat kontak terbuka antar poles. Switch memakai tekanan spring untuk menutup kontak atau membuka kontak.

Isolator switch: Isolator switch digunakan untuk membuka dan menutup supply listrik kekomponen atau mesin.

Switch ini menutup dan membuka supply arus utama dari MCB.

Rangkaian kontrol mekanikal switch:

Contoh:

  1. Suatu lemari penyimpanan material terdiri dari 3 layer , ketika material dalam lemari kosong, maka akan dikirim sinyal ke bagian gudang penyimpanan material (warehouse) berupa alarm untuk meminta operator gudang untuk mengirim material ke produksi. Skema proses seperti gambah dibawah:

 kanban1

Rancangan system kontrol:

Dari logic kontrol dimana lemari dalam keadaan kosong semua sensor akan ON, maka supply tegangan dari relay tiap2 sensor dirangkai serial dan dihubungkan ke lampu alarm.

Komponenkontrol yang dibutuhkan :

  • 3 buah photo sensor dengan reflector untuk mendeteksi produk dimasing layer.
  • 3 buah relay untuk 3 sensor dihubungkan serial.
  • 1 Lampu alarm/buzzer
  • 1 MCB untuk supply sumber tegangan panel kontrol
  • 1 Powersupply 24VDC untuk supply tegangan 24VDC ke sensor
  • 1 buah fuse untuk pengamanan rangkaian kontrol/sensor 24VDC

Rangkaian kontrol dapat digunakan seperti dibawah:

  rangkkanban1
Foto Rangkaian panel:

 Contoh 2: 

  1. Sistem kendali untuk mengatur arah atau flow air untuk pencucian pipa, terdapat 5 percabangan pipa untuk diatur flow agar masing-masing cabang mendapat flow yang seimbang maka sistem kendali dibuat dengan memasang valve dengan sistem buka tutup yang dikontrol dengan selector switch.